Rabu, 18 Mei 2011

keluhan tanpa kata

Pengorbananku tak cukupkah membuktikan cintaku padamu? Apa yang kulakukan untukmu selama ini tak bisakah membuatmu melunak dan memberiku cinta sebanyak yang kau dapat?
Bukan harta, aku tak sangkal aku membutuhkannya, tapi bukan itu semata alasanku bersamamu..
Bukan raga, aku dan kau sama-sama tahu, masing-masing dari kita bisa mendapatkan yang lebih baik, kau bawa harta wanita mana yang menolak? Aku bawa pengabdian pria mana yang tak menginginkannya?
Bukan pujian, kau bahkan jarang memberiku pujian. Sering terlontar dalam bibirmu adalah kritik.
Bukan pula belaian, dalam setiap pertemuan mungkin hanya 1 atau 2 x kau membelaiku, lebih banyak kau menampakkan muka stres karena pekerjaan dan karena dia..
Yah, dia adalah wanita yang merusak segalanya diantara kita. Dia datang padamu sebagai adik dan pergi meninggalkan noda dalam hatimu.. entah berapa kali aku harus menyucinya agar noda itu hilang dan hatimu kembali putih hanya untukku.
Bahkan aku rela meminta maaf padanya hanya untukmu, ku rela menelanjangi tubuhku dengan permintaan itu hanya agar kau tidak merasa aku wanita egois yang hanya melihat dari satu sisi, sisi dimana aku menang dan menang atas segalanya.
Aku rela meninggalkan keluargaku, lingkungan aman nyamanku hanya untuk berada di sisimu, aku rela memimpikan hidup bersama keluargamu hanya karena ingin hidup bersamamu, sulitkah hidup bersama keluargamu? Ya!  Banyak hal yang kau tak tahu tentang kehidupan ini, banyak hal yang aku takutkan pada kehidupan mendatang. tapi kau selalu menasehatiku bahwa itu semua mudah.
Karenamu kah aku berbuat semua itu? Ya... dan sekarang, aku capek harus memahamimu.. aku capek harus mengalah, aku capek harus memendam, aku ingin terbang bebas menjadi diriku sendiri.....
Aku bebas mengungkapkan cintaku
Aku bebas mengemukakan pendapatku
Aku bebas marah padamu
Aku bebas memilih
Tanpa takut kehilanganmu
Tanpa takut kau marah padaku
Tanpa takut kau mematung di hadapanku
Karena kau segalanya bagiku
Aku hanya ingin kau tau aku tak ingin membuatmu marah
Hanya ingin menjadi diriku
Ingin kau mencintaiku sebagai diriku bukan seseorang yang takut kehilanganmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar